Pukul Sembilan Pagi, Antrian Itu Tak Boleh Terjadi
Pukul 08.40 di hall pameran properti. Banner-banner bergambar tipe rumah baru sudah terpasang rapi. Calon pembeli pertama memasuki area pameran, matanya tertuju pada satu unit di brosur.
“Bisa minta simulasi cicilannya, dicetak?” tanyanya.
Sales-mu mengangguk, lalu sadar mesin cetak terdekat ada di lobi gedung sebelah. Antrean panjang & biaya Rp1.500 per lembar. Tiga menit kemudian, calon pembeli itu sudah pindah ke booth tetangga yang menyodorkan kertas simulasi lebih dulu ke tangannya.Bukan harga yang kalah. Kecepatanlah yang kalah.
Acara memiliki ritme cetak yang tak terduga. Kebutuhan mencetak dokumen bisa melonjak kapan saja, tanpa peringatan:
-
Job fair – CV dan formulir wawancara menggandakan diri di jam puncak, saat pengunjung paling ramai.
-
Seminar sertifikasi – materi pelatihan harus dicetak ulang karena slide presentasi berubah semalaman sebelum acara dimulai.
-
Bazar UMKM – label harga, nota transaksi, dan kupon undian sering habis lebih cepat dari perkiraan panitia.




