CV Restu Jaya Sentosa

Cara Mengembangkan Usaha Fotocopy agar Omzet Terus Meningkat
Author : Rizal Saputra
0Komentar
Cara Mengembangkan Usaha Fotocopy

Kalau ada satu usaha yang sering dianggap “jalan sendiri”, mungkin usaha fotocopy termasuk salah satunya. Banyak orang berpikir, selama lokasi dekat sekolah, kampus, atau kantor pemerintahan, pelanggan pasti datang setiap hari. Mesin tinggal dinyalakan, kertas disiapkan, lalu uang mengalir begitu saja.

Kalau memang semudah itu, mungkin semua usaha fotocopy bakal ramai dari pagi sampai malam.

Sayangnya, kenyataan di lapangan tidak selalu begitu.

Coba perhatikan di sekitar kita. Ada usaha fotocopy yang usianya baru dua atau tiga tahun sudah tutup. Ada juga yang sudah berdiri belasan bahkan puluhan tahun, tetap ramai meski sekarang hampir semua orang punya printer di rumah. Padahal sama-sama menjual jasa fotocopy, sama-sama menggunakan mesin fotocopy, bahkan kadang lokasinya tidak terlalu berjauhan.

Lalu apa yang membedakan?

Jawabannya bukan semata-mata harga. Bukan juga karena mesin yang digunakan paling mahal.

Perbedaannya sering kali terletak pada cara pemilik usaha mengembangkan bisnisnya.

Usaha fotocopy yang bertahan biasanya tidak pernah berhenti berbenah. Mereka memahami bahwa pelanggan berubah, kebutuhan berubah, dan persaingan juga ikut berubah. Kalau pemilik usaha tetap menggunakan cara lama, sementara pesaing mulai memberikan pelayanan yang lebih baik, lambat laun pelanggan akan mencari tempat lain.

Karena itulah, mengembangkan usaha fotocopy bukan berarti langsung membuka cabang atau membeli mesin baru. Justru sebelum berpikir sejauh itu, ada banyak hal sederhana yang sering diabaikan, padahal dampaknya bisa jauh lebih besar terhadap pertumbuhan usaha.

Cara Mengembangkan Usaha Itu Bukan Selalu Berarti Mengeluarkan Modal Besar

Ini mungkin salah satu kesalahpahaman yang paling sering saya temui.

Banyak orang menunda mengembangkan usahanya karena merasa belum punya modal puluhan juta rupiah. Mereka membayangkan bahwa berkembang berarti harus membeli mesin fotocopy baru, memperbesar toko, atau menambah karyawan.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Coba bayangkan ada dua usaha fotocopy yang lokasinya sama-sama dekat sekolah.

Tempat pertama memiliki mesin yang bagus, tetapi pelanggannya harus menunggu lama karena operator bekerja seadanya. Saat pelanggan bertanya, jawabannya singkat dan terkesan tidak peduli. Ketika hasil fotocopy kurang jelas, pelanggan diminta menerima apa adanya.

Sementara di tempat kedua, mesinnya mungkin tidak jauh berbeda. Namun pelanggan disambut dengan ramah, prosesnya cepat, hasil cetaknya diperiksa sebelum diberikan, dan kalau ada kesalahan langsung diperbaiki tanpa membuat pelanggan merasa bersalah.

Menurutmu, pelanggan akan lebih sering kembali ke mana?

Sebagian besar orang pasti memilih tempat kedua.

Artinya, perkembangan usaha tidak selalu dimulai dari membeli sesuatu. Kadang justru dimulai dari memperbaiki hal-hal kecil yang selama ini dianggap sepele.

Kenali Dulu Kenapa Usaha Fotocopy Sulit Berkembang

Sebelum mencari cara agar omzet naik, ada baiknya kita memahami dulu penyebab mengapa banyak usaha fotocopy jalan di tempat.

Salah satu penyebab paling umum adalah merasa cukup dengan pelanggan yang ada.

Begitu usaha mulai ramai, sebagian pemilik usaha berhenti melakukan perbaikan. Mereka merasa pelanggan akan terus datang karena lokasi sudah strategis.

Padahal pelanggan juga manusia.

Hari ini mereka datang ke tempatmu. Besok, kalau ada tempat lain yang pelayanannya lebih cepat, ruang tunggunya lebih nyaman, atau hasil cetaknya lebih bagus, mereka bisa saja berpindah tanpa memberi tahu alasannya.

Kesalahan berikutnya adalah terlalu fokus pada harga.

Tidak sedikit pemilik usaha yang sibuk menurunkan harga demi memenangkan persaingan. Padahal selisih Rp100 atau Rp200 per lembar sering kali bukan alasan utama seseorang memilih tempat fotocopy.

Bayangkan kamu sedang mengejar waktu untuk mengumpulkan skripsi. Mana yang lebih penting, hemat Rp500 atau mendapatkan pelayanan yang cepat dan hasil cetaknya rapi?

Sebagian besar orang akan memilih pelayanan yang baik.

Artinya, perang harga sering kali bukan solusi terbaik.

Ada juga usaha yang sulit berkembang karena tidak pernah menambah layanan. Dari tahun ke tahun yang ditawarkan hanya fotocopy hitam putih. Padahal pelanggan sekarang sering membutuhkan print dari email, scan dokumen, laminating, jilid, cetak warna, hingga print langsung dari WhatsApp.

Ketika semua kebutuhan itu tidak tersedia, pelanggan akan mencari tempat lain yang lebih lengkap. Awalnya mungkin hanya untuk print warna. Lama-lama mereka sekalian fotocopy di sana. Tanpa sadar, pelanggan tetap pun hilang sedikit demi sedikit.

Pelayanan Masih Menjadi Faktor yang Paling Murah untuk Dikembangkan

Kalau saya diminta menyebut satu cara mengembangkan usaha fotocopy yang paling murah tetapi dampaknya besar, jawabannya adalah pelayanan.

Sayangnya, justru bagian ini sering dianggap tidak penting.

Padahal pelanggan sangat mudah mengingat pengalaman mereka.

Mungkin mereka lupa harga fotocopy per lembar di tempatmu.

Mungkin mereka lupa warna cat tokomu.

Tetapi mereka akan ingat bagaimana mereka diperlakukan.

Kalau operator menyapa dengan ramah, membantu ketika pelanggan bingung, dan tidak menunjukkan wajah kesal saat menerima order yang banyak, pengalaman itu akan melekat.

Sebaliknya, satu pengalaman buruk saja bisa membuat pelanggan tidak pernah kembali.

Pelayanan yang baik juga bukan berarti harus selalu tersenyum sepanjang hari. Pelayanan yang baik berarti membuat pelanggan merasa urusannya dipermudah.

Misalnya, ketika ada pelanggan yang belum paham cara mengirim file dari WhatsApp ke komputer, bantu dengan sabar. Ketika ada orang tua yang bingung memperkecil ukuran fotokopi KTP, jelaskan tanpa terburu-buru.

Hal-hal kecil seperti ini memang tidak langsung menambah omzet hari itu juga. Tetapi dalam jangka panjang, justru inilah yang membangun loyalitas pelanggan.

Dan pelanggan yang loyal adalah aset paling berharga dalam usaha fotocopy

Artikel Lainnya

ATK untuk Usaha Fotocopy
Artikel ini bukan untuk dibaca lama-lama, tapi untuk di-screenshot, dicetak, atau dibuka di HP saat ...
Perlengkapan ATK untuk Usaha Fotocopy
Kebanyakan orang yang buka usaha fotocopy fokus banget di mesin dan kertas, tapi lupa bahwa ATK yang...
Usaha Fotocopy di Era Digital
Semua orang bilang “era digital” seolah-olah itu kalimat sakti yang otomatis membunuh se...
Omset Usaha Fotocopy dan ATK
Pertanyaan pertama yang paling sering muncul sebelum orang memutuskan buka usaha fotocopy dan ATK ad...
Usaha Fotocopy Butuh Modal Berapa
Usaha Fotocopy Butuh Modal Berapa adalah pertanyaan yang sering ada dibenak orang yang punya rencana...